3 Pemuda Penyandang Disabilitas Yang Sukses Membuka Peluang Bisnis Kedai Kopi

Para penyandang disabilitas mungkin sering dianggap sebagai para anggota masyarakat yang memiliki kekurangan. Bahkan tidak sedikit jika mereka terkadang dikucilkan karena keterbatasannya melakukan sesuatu. Namun, hal ini tidak berlaku bagi semua orang dengan disabilitas aksesibilitas.

Saat ini kita bisa menemui banyak penyandang disabilitas yang justru menjadikan kekurangannya sebagai sebuah anugerah. Hal ini tidak serta merta membuat mereka malu, mundur maupun diam tidak melakukan sesuatu.

Seperti halnya kisah yang cukup menginspirasi dari berbagai orang dengan disabilitas. Salah satunya yaitu inspirasi yang bisa kita dapat dari para penyandang disabilitas di Tangerang Selatan.

Mereka adalah Wahyu Alistia, Rendy Agusta, dan juga Saldi Rahman. Mereka merupakan para penyandang disabilitas yang berusia 23 hingga 25 tahun. Saat ini mereka sedang memulai usahanya yaitu membuka sebuah kedai kopi di daerah Pasar Granada BSD Rawa Buntu.

Walaupun memiliki anggota gerak badan yang tidak lengkap (Rendy dan Wahyu dengan satu tangan, Saldy dengan satu kaki), mereka tetap semangat untuk tidak menjadi beban orang lain.

Adapun tujuan selain itu adalah mereka ingin menunjukkan kepada para penyandang disabilitas lainnya. Bahwa, setiap orang berhak untuk sukses. Kekurangan yang mereka miliki bukanlah sesuatu yang harus selalu ditangisi. Namun justru membangkitkan semangat untuk lebih maju dan bergerak memulai usahanya sendiri.

Kesadaran akan kebutuhan sehari-hari yang selalu meningkat dan keterbatasan pekerjaan yang bisa mereka lakukan juga menjadi salah satu alasannya. Dengan membuka usaha sendiri berupa kedai kopi, mereka tidak akan terkait dengan berbagai masalah dan peraturan di tempat kerja maupun perusahaan.

Ide membuka kedai kopi dilakukan setelah mereka mengikuti sebuah pelatihan dan pendidikan di Cibinong. Mereka memulai belajar tentang bisnis kedai kopi, mulai dari membuat kopi yang disukai oleh pelanggan hingga pemasaran. Beruntung mereka mendapat bantuan dari orang yang baik yang telah meminjamkan mobil untuk menjadi food truck kedai kopi mereka.

Hal ini membuktikan bahwa penyandang disabilitas bukan berarti bahwa mereka tidak bisa berkarya dan berusaha. Justru dari keterbatasan itulah yang memicu semangat mereka untuk tetap teguh dan mandiri.

Karenanya, sudah tidak selayaknya bagi kita untuk memandang sebelah mata pada para penyandang disabilitas. Bisa jadi, merekalah orang-orang yang akan menjadi inspirasi diri Anda untuk terpacu menjadi semakin sukses.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *